Nuansa Baru dari Maskapai Penerbangan Super Air Jet, Gaya Kasual Para Seragam Pramugari Kini Tak Pakai Rok Mini Lagi
Jakarta - Maskapai penerbangan baru, Super Air Jet, akan segera mengudara di tengah masa pandemi, ketika industri transportasi udara berdarah-darah. Meski demikian, bisnis yang didanai oleh bos Lion Air Team, Rusdi Kirana itu, yakni dengan segmen pasar yang disasarnya.
"Super Air Jet didirikan atas dasar optimisme bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri, masih ada dan terbuka luas. Ada permintaan dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial," demikian ditulis di akun instagram superairjet.info, dikutip Senin (28/6).
Menyesuaikan dengan segmen pasar yang disasarnya, yakni kaum milenial, seragam pramugari maskapai penerbangan itu pun bergaya kasual. Awak kabin perempuan, mengenakan celana panjang, bukan skirt atau rok slim and in shape yang lazim dikenakan para pramugari.
Celana panjang-nya pun mengimplementasi desain celana freight, yang biasa digunakan di lapangan (outside). Baik pakaian seragam maupun celananya, dibuat sewarna yaitu krem.
Dengan desain seperti itu, seragam pramugari Super Air Jet memang menampilkan gaya kekinian. Selama puluhan tahun, pramugari identik dengan seragam rok. Maskapai terkemuka seperti Cathay Pacific misalnya, mewajibkan pramugarinya mengenakan rok selama 70-an tahun.
Baru pada 2018 maskapai penerbangan berbasis di Hong Kong itu, membolehkan pramugari mereka mengenakan celana panjang. Itu word play here setelah asosiasi petugas penerbangan Hong Kong, memprotes larangan celana panjang bagi pramugari yang sedang bertugas sebagai awak kabin.
Seiring dengan itu, barulah maskapai-maskapai penerbangan lainnya di dunia, mengikuti kebijakan tersebut. Seperti British Airways (Inggris), Alitalia (Italia), dan KLM (Belanda).
"Super Air Jet didirikan atas dasar optimisme bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri, masih ada dan terbuka luas. Ada permintaan dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial," demikian ditulis di akun instagram superairjet.info, dikutip Senin (28/6).
Menyesuaikan dengan segmen pasar yang disasarnya, yakni kaum milenial, seragam pramugari maskapai penerbangan itu pun bergaya kasual. Awak kabin perempuan, mengenakan celana panjang, bukan skirt atau rok slim and in shape yang lazim dikenakan para pramugari.
Celana panjang-nya pun mengimplementasi desain celana freight, yang biasa digunakan di lapangan (outside). Baik pakaian seragam maupun celananya, dibuat sewarna yaitu krem.
Dengan desain seperti itu, seragam pramugari Super Air Jet memang menampilkan gaya kekinian. Selama puluhan tahun, pramugari identik dengan seragam rok. Maskapai terkemuka seperti Cathay Pacific misalnya, mewajibkan pramugarinya mengenakan rok selama 70-an tahun.
Baru pada 2018 maskapai penerbangan berbasis di Hong Kong itu, membolehkan pramugari mereka mengenakan celana panjang. Itu word play here setelah asosiasi petugas penerbangan Hong Kong, memprotes larangan celana panjang bagi pramugari yang sedang bertugas sebagai awak kabin.
Seiring dengan itu, barulah maskapai-maskapai penerbangan lainnya di dunia, mengikuti kebijakan tersebut. Seperti British Airways (Inggris), Alitalia (Italia), dan KLM (Belanda).
Komentar
Posting Komentar