Beberapa Asupan Tepat Untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Balita Prasekolah

Jakarta Di usia emasnya, stimulasi yang tepat dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Dilansir Journal of Kid and Adolescent Practices yang ditulis Rukmanee Butchon dan Tippawan Liabsuetrakul dari Royal prince of Songkla College, Thailand (2017 ), lima tahun pertama merupakan periode penting yang paling berkontribusi dalam kecerdasan anak untuk belajar hal-hal baru, kemampuan sosial, serta emosionalnya yang akan dibawa hingga ia beranjak dewasa.

Selain memberikan stimulasi dengan mengajak anak mengikuti berbagai jenis aktivitas berbeda, memenuhi nutrisi anak setiap harinya juga tidak boleh terlupakan, Mamas. Apalagi dari laman Center for Illness Control as well as Avoidance, mengungkapkan bahwa setelah si kecil mulai mengonsumsi MPASI, asupan bergizi seimbang berfungsi memberikan energi untuk dukung aktivitas anak, hingga menurunkan risiko berbagai jenis penyakit.

Mulai dari obesitas, diabetes mellitus, hingga kanker.

Kemenkes word play here sejak beberapa tahun lalu selalu menggalakkan kampanye pemenuhan gizi anak Indonesia untuk mencegah stunting, yakni kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode fading awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Nah Moms, selain memberikan anak makanan food selection lengkap yang terdiri dari karbohidrat, healthy protein, lemak dan sayur, Anda bisa memenuhi menambahkan beberapa nutrisi ini untuk dukung tumbuh kembang anak balita dan usia prasekolah.

Vitamin C.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan asupan vitamin C yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh. Menurut angka kecukupan gizi (AKG) yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, vitamin C untuk batita usia 1-3 tahun adalah 15 mg per hari, sedangkan anak berusia 4-8 tahun membutuhkan setidaknya 25 mg vitamin C setiap harinya.

Dalam jurnal berjudul Vitamin C: Resources, Functions, Picking up as well as Evaluation yang ditulis Sudha J Devaki dan Reshma L R (2017 ), disebutkan bahwa antioksidan yang tinggi pada vitamin C akan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dampaknya, tidak hanya imun tubuh yang kuat, si kecil juga tidak mudah terkena infeksi.

Nah, ada banyak asupan vitamin C yang bisa menjadi pilihan ibu untuk sajian anak seperti dilansir dari laman My Food Data. Mulai dari jeruk, buah berry, pepaya, jambu, kiwi, kale, hingga brokoli. Agar anak tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja, ibu juga bisa mengolahnya sebagai camilan sehat teman bermain anak.

Vitamin D.

Jurnal Making Use Of Calcium and also Vitamin D in The Administration of Osteoporosis dari MenopauseRx, Inc. yang diterbitkan NCBI (2008 ), mengungkapkan, vitamin D punya banyak manfaat, di antaranya mengoptimalkan kepadatan tulang yang baik bagi pertumbuhan anak sekaligus mencegah risiko penyakit yang berhubungan dengan tulang saat ia dewasa, seperti osteomalacia atau gangguan tulang yang tidak dapat mengeras dan weakening of bones atau kerapuhan tulang.

Tapi bukan itu saja, vitamin D dapat memperkuat sistem imun anak dan mencegah alergi pada anak. Dalam jurnal Vitamin D and also The Growth of Sensitive Illness: How Vital Is It? yang ditulis Augusto A. Litonjua et al., dari Harvard Medical Institution (2016 ), vitamin D berpotensi menurunkan keparahan asma dan alergi lainnya melalui berbagai mekanisme, termasuk membantu memperkuat sel tubuh, menurunkan respons inflamasi, hingga meningkatkan fungsi paru-paru.

Asupan vitamin D word play here harus diperhatikan, Moms. Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) yang disarankan, anak-anak berusia 1-13 tahun setidaknya harus mendapatkan 600 IU atau 15 mcg vitamin D per hari. Meski dikenal dengan sebutan vitamin 'sinar matahari', vitamin D juga bisa dijumpai pada salmon, jamur, minyak ikan cod, keju, hingga kacang-kacangan.

Zinc.

Tidak hanya makronutrien, mikronutrien juga tidak kalah penting untuk membantu tumbuh kembang anak di usia emasnya, salah satunya zinc. Menurut jurnal Zinc Therapy to Under-five Children: Applications to Improve Child Survival as well as Reduce Problem of Condition dari University of British Columbia, Canada (2008 ), balita berumur 7-36 bulan marginal harus mendapatkan asupan zinc sebanyak 3 mg per harinya, sedangkan anak-anak di bawah 5 tahun harus mengonsumsi setidaknya 10-20 mg per hari.

Dari jurnal yang sama, dijelaskan bahwa zinc dapat membantu meningkatkan aktivitas limfosit, neutrofil, dan makrofag yang bertugas merangsang antibodi untuk melindungi tubuh buah hati dari serangan infection. Lantas, apa saja asupan yang kaya zinc?

Ibu bisa memberikan beberapa jenis makanan seperti daging merah, telur, kacang-kacangan, serta susu dan produk turunannya. Bahkan dilansir laman My Food Data, bahwa daging sapi sudah cukup memenuhi 99 persen asupan zinc untuk setiap 100 gram-nya dengan kandungan zinc mencapai 11 mg.

Zat besi.

Sudah cukupkah asupan zat besi anak setiap harinya? Menurut laporan Kemenkes nomor 28 tahun 2019, anak berusia 1-3 tahun memerlukan 7 mg zat besi, sedangkan anak berusia 4-6 tahun setidaknya membutuhkan asupan zat besi sebesar 10 mg.

Dilansir jurnal Iron Shortage as well as Impaired Kid Advancement yang ditulis oleh John M Pettifor, profesor dari Division of Paediatrics and Kid Wellness, College of the Witwatersrand, (2001 ), asupan zat besi yang cukup akan membuat berat badan si kecil lebih perfect, mencegah infeksi saluran pernafasan, meningkatkan kesehatan pencernaan, hingga membantu memaksimalkan kognitif dan motoriknya.

Jangan bingung mempersiapkan makanan yang mengandung zat besi, Anda bisa menyajikan makanan yang terbuat dari bayam, hati ayam, daging merah, hingga quinoa sebagai alternatif asupan si kecil. Bahkan menurut FoodData Central dari United States Department of Farming (USDA), bayam sudah bisa membantu memenuhi 15 persen asupan zat besi anak, lho.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Makanan yang Harus Anda Waspadai Punya Efek Bikin Perut Kembung dan Mual

Pameran Produk Lokal Maluku Utara di Expo Segitiga Emas 2021

Paris Baguette Kini Hadir di Indonesia, Berikut Beberapa Kue yang Wajib Anda Cicipi